Bismillah36’s Blog

Just another WordPress.com weblog

problem solving

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagian besar ahli pendidikan matematika menyatakan bahwa masalah merupakan pertanyaan yang harus dijawab atau direspon. Mereka juga menyatakan bahwa tidak semua pertanyaan otomatis akan menjadi masalah. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukan adanya suatu tantangan yang tidak dapat dipecahkan dengan suatu prosedur rutin yang sudah diketahui si pelaku.

Sedangkan menjadi guru kreatif, profesional, dan menyenangkan dituntut untuk memiliki kemampuan mengembangkan pendekatan dan memilih metode pembelajaran yang efektif. Hal ini penting terutama untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan.

Penggunaan metode yang tepat akan turut menentukan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Penggunaan metode yang bervariasi akan sangat membantu peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Maka dari itu, metode pembelajaran harus dipilih dan dikembangkan untuk meningkatkan aktifitas dan kreatifitas peserta didik. Salah satunya adalah menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving). Kalau seorang peserta didik dihadapkan pada suatu masalah, pada akhirnya mereka bukan hanya sekedar memecahkan masalah, tetapi juga belajar sesuatu yang baru.

Maka dari itu, pemecahan masalah memegang peranan penting baik dalam pelajaran sains maupun dalam banyak disiplin ilmu lainnya, terutama agar pembelajaran berjalan dengan fleksibel.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apakah pengertian dari problem solving ?
  2. Bagaimanakah ciri-ciri pembelajaran pemecahan masalah?
  3. Mengapa harus menggunakan pembelajaran pemecahan masalah?
  4. Apakah tujuan dan manfaat penggunaan problem solving?
  5. Apa kekurangan dan kelebihan dari problem solving?
  6. Bagaimanakah langkah-langkah umum dalam problem solving?

1.3 Tujuan

  1. Untuk memahami pengertian problem solving dan mengetahui ciri-cirinya.
  2. Agar menyadari benar, tujuan dan manfaat penggunaan problem solving.
  3. Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari pembelajaran problem solving.
  4. Agar dapat mengetahui secara umum langkah-langkah dalam model pembelajaran problem solving.

BAB II

ISI

2.1  Pengertian

Secara umum orang memahami masalah (problem) sebagai kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Namun dalam matematika, istilah “problem” memiliki  makna yang lebih khusus. Kata “Problem” terkait erat dengan suatu pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan problem solving.

Metode Problem Solving adalah suatu cara mengajar dengan menghadapkan siswa kepada suatu masalah agar dipecahkan atau diselesaikan. Metode ini menuntut kemampuan untuk melihat sebab akibat, mengobservasi problem, mencari hubungan antara berbagai data yang terkumpul kemudian menarik kesimpulan yang merupakan hasil pemecahan masalah.

Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran problem solving adalah suatu metode atau cara penyajian pelajaran dengan cara siswa dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan atau diselesaikan, baik secara individual atau secara kelompok untuk menemukan jawaban berdasarkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya dengan menggunakan langkah – langkah sampai pada suatu jawab.

1.2 Ciri-ciri Problem Solving

Karakteristik khusus pendekatan pemecahan masalah menurut Taplin adalah sebagai berikut:

  1. Adanya interaksi antar siswa dan interaksi antara guru dan siswa.
  2. Adanya dialog matematis dan konsensus antar siswa.
  3. Guru menyediakan informasi yang cukup mengenai masalah, dan siswa mengklarifikasi, menginterpretasi, dan mencoba mengkonstruksi penyelesaiannya.
  4. Guru menerima jawaban “ya” atau “tidak” dan bukan untuk mengevaluasi.
  5. Guru membimbing, melatih dan menanyakan dengan pertanyaan-pertanyaan berwawasan dan berbagi dalam proses pemecahan masalah.
  6. Sebaiknya guru mengetahui kapan campur tangan dan kapan mundur membiarkan siswa menggunakan caranya sendiri.
  7. Karakteristik lanjutan adalah bahwa pendekatan problem solving dapat menggiatkan siswa untuk melakukan generalisasi aturan dan konsep, sebuah proses sentral dalam matematika.

1.3 Alasan Penggunaan Problem Solving

  1. Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja.
  2. Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, hal ini merupakan kemampuan yang sangat bermakna bagi kehidupan manusia.
  3. Metode ini merangsang pengembangan kemampuan berpikir siswa secara kreatif danmenyeluruh, karena dalam proses belajarnya, siswa banyak melakukan proses runtut dengan menyoroti permasalahan dari berbagai segi dalam rangka mencapai pemecahannya.

1.4 Tujuan Penggunaan

Secara umum tujuan penggunaan metode problem solving (pemecahan masalah) adalah sebagai berikut:

  1. Mencari jalan keluar dalam menghadapi masalahmasalah secara rasional.
  2. Memecahkan masalah secara individual maupun secara bersama-sama.
  3. Mencari cara pemecahan masalah untuk meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri.
  4. Untuk pembenaran pengajaran matematika.
  5. Untuk menarik minat siswa akan nilai matematika, dengan isi yang berkaitan dengan masalah kehidupan nyata.
  6. Untuk memotivasi siswa, membangkitkan perhatian siswa pada topik atau prosedur khusus dalam matematika dengan menyediakan kegunaan kontekstualnya (dalam kehidupan nyata).
  7. Untuk rekreasi, sebagai sebuah aktivitas menyenangkan yang memecah suasana belajar rutin.
  8. Sebagai latihan, penguatan keterampilan dan konsep yang telah diajarkan secara langsung (mungkin ini peran yang paling banyak dilakukan oleh kita selama ini).
  9. Memberi kemampuan dan kecakapan praktis kepada siswa sehingga tak takut menghadapi hidup yang penuh problem serta mempunyai rasa optimisme yang tinggi.

1.5 Manfaaat Penggunaan

Manfaat yang diperoleh dari penggunaan metode problem solving (pemecahan masalah) antara lain:

  1. Mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah-masalah serta mengambil keputusan secara obyektif dan rasional.
  2. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis dan analitis.
  3. Mengembangkan sikap toleransi terhadap orang lain serta sikap hati-hati dalam mengemukakan pendapat.
  4. Memberikan pengalaman proses dalam menarik kesimpulan bagi siswa.

1.6 Kelebihan dan Kekurangan

  1. Kelebihan dari penggunaan problem solving ini antara lain:
  • Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
  • Berpikir dan bertindak kreatif.
  • Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
  • Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
  • Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
  • Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
  • Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
  • Mendidik siswa untuk berpikir secara sistematis.
  • Mampu mencari berbagai jalan keluar dari suatu kesulitan yang dihadapi.
  • Belajar menganalisis suatu masalah dari berbagai aspek.
  • Mendidik siswa percaya diri sendiri.
  1. Kekurangan dari penggunaan problem solving ini antara lain:
  • Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.
  • Kalau di dalam kelompok itu kemampuan anggotanya heterogen, maka siswa yang pandai akan mendominasi dalam diskusi sedang siswa yang kurang pandai menjadi pasif sebagai pendengar saja.

1.7 Langkah-langkah Pembelajaran Problem Solving

John Dewey dalam bukunya How We Think, menyebutkan lima langkah dasar untuk problem solving (pemecahan masalah) adalah sebagai berikut :

  1. Menyadari bahwa masalah itu ada
  2. Identifikasi masalah
  3. Penggunaan pengalaman sebelumnya atau informasi yang relevan untuk penyusunan hipotesis
  4. Pengujian hipotesis untuk beberapa solusi yang mungkin
  5. Evaluasi terhadap solusi dan penyusun kesimpulan berdasarkan bukti yang ada.

Sementara itu terkait dengan pembelajaran matematika, langkah-langkah

dan peran guru pada model pembelajaran berdasarkan masalah adalah sebagai berikut :

Fase ke – Indikator Peran Guru
1 Orientasi siswa pada maaslah Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan peralatan yang dibutuhkan,memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya.
2 Mengorganisasikan siswa untuk belajar Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
3 Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai  seperti laporan, video, dan model yang membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.
5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses yang mereka gunakan.

Pada saat memecahkan masalah, ada beberapa cara atau langkah yang sering digunakan. Cara yang sering digunakan dan sering berhasil pada proses pemecahan masalah inilah yang dissebut dengan kiat/strategi pemecahan masalah. Setiap manusia akan menemui masalah, karenanya strategi ini akan sangat bermanfaat jika dipelajari paar siswa agar dapat digunakan dalam kehidupan nyata mereka.

Beberapa strategi yang sering digunakan dalam pemecahan masalah matematika adalah :

  1. Membuat gambar atau diagram.

Strategi ini terkait dengan pembuatan sketsa atau gambar coret-coret guna mempermudah dalam memahami masalah dan mendapatkan penyelesaiannya.

  1. Bergerak dari belakang

Dengan strategi ini, kita mulai dengan menganalisa bagaimana cara mendapatkan tujuan yang hendak dicapai. Dengan strategi ini, kita bergerak dari yang diinginkan lalu menyesuaikan dengan yang diketahui.

  1. Memperhitungkan setiap kemungkinan

Strategi ini terkait dengan penggunaan aturan-aturan yang dibuat sendiri oleh si pelaku selama proses pemecahan masalah sehingga tidak akan ada satupun alternative yang terabaikan.

  1. Mencobakan pada soal yang lebih sederhana

Strategi ini terkait dengan penggunaan contoh khusus tertentu pada masalah tersebut agar lebih mudah dipelajari, sehingga gambaran umum penyelesaian yang sebenarnya dapat ditentukan.

  1. Membuat tabel

Strategi ini digunakan untuk membantu menganalisis permasalahan atau jalan pikiran kita, sehingga segala sesuatunya tidak dibayangkan hanya oleh otak yang kemampuannya sangat terbatas.

f.    Menemukan pola

Strategi ini terkait dengan pencapaian keteraturan-keteraturan pola. Keteraturan tersebut akan memudahkan kita menemukan penyelesaiannya.

  1. Memecah tujuan

Strategi ini berkaitan dengan pemecahan tujuan umum yang hendak kita capai menjadi satu atau beberapa tujuan bagian. Tujuan bagian ini dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk mencapai tujuan yang sesungguhnya.

  1. Berpikir logis

Strategi ini berkaitan dengan penggunaan penalaran maupun penarikan kesimpulan yang sah atau valid dari berbagai informasi atau dat yang ada.

  1. Mengabaikan hal yang tak mungkin

Dari berbagai alternative yang mungkin, alternative yang sudah jelas-jelas tidak mungkin agar dicoret atau diabaikan, sehingga perhatian dapat tercurah sepenuhnya untuk hal-hal yang tersisa dan masih mungkin saja.

  1. Mencoba-coba

Strategi ini biasanya digunakan untuk mendapatkan gambaran umu pemecahan ,asalahnya dengan mencoba-coba dari yang diketahui.

BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

Metode pemecahan masalah juga dikenal Metode Brainstorming, metode ini merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pedapat yang disampaikan oleh siswa. Guru disarankan tidak berorientasi pada metode tersebut, akan tetapi guru hanya melihat jalan fikiran yang disampaikan oleh siswa, pendapat siswa, serta memotivasi siswa untuk mengeluarkan pendapat mereka, dan sekali-kali guru tidak boleh tidak menghargai pendepat siswa, sekalipun pendapat siswa tersebut salah menurut guru.

Metode ini dapat dilaksanakan apabila siswa telah berada pada tingkat yang lebih tinggi dengan prestasi yang tinggi pula, tetapi metode ini perlu diwaspadai karena akan menimbulkan prustasi di kalangan siswa, lantaran masing-masing mereka belum dapat menemui solusinya dari proses yang kita lakukan. Akan tetapi guru dapat mengambarkan bahwa yang diminta adalah buah fikiran dengan alasan-alasan rasional.

3.2 Saran

Penulis menyarankan agar pembaca lebih mencermati lagi materi-materi pada makalah ini dan membaca buku-buku panduan tentang metode pembelajaran yang lebih lengkap.

DAFTAR PUSTAKA

Alipande, Imansjah. 1985. Diktatik Metodik Pendidikan Umum. Surabaya: Usaha Umum.

Mulyasa, E. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Rosda.

Sriyono, dkk. 1992. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Jakarta: Rineka Cipta.

Yamin, Martinis. 2008. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press.

http://www.scribd.com/doc/13065635/Metodemetode-pembelajaran.

http://problemsolving.p4tkmatematika.org/2010/02/saran-tips-penerapan-pembelajaran-problem-solving/

Mei 30, 2010 - Posted by | makalah

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: